Rabu, 28 Oktober 2026

Google Cloud Alphabet Melonjak Dua Kali Lipat, tapi Belanja AI Bikin Sahamnya Turun

Induk Google, Alphabet, melaporkan hasil kuartal III 2026 yang terbelah dua: bisnis cloud-nya melesat berkat permintaan AI, tetapi belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI membuat arus kasnya makin negatif dan sahamnya merosot di perdagangan after-hours.

Laporan yang dirilis Rabu, 28 Oktober 2026, ini menjadi sorotan karena menunjukkan sisi lain dari perlombaan AI: pendapatan bisa tumbuh kencang, tetapi ongkos untuk mengejarnya juga sangat besar. 🔗 Reuters

Apa yang terjadi?

Alphabet membukukan pendapatan kuartal III sebesar 127,6 miliar dolar AS, naik 25 persen dibanding setahun sebelumnya. Angka itu sedikit di bawah ekspektasi Wall Street sekitar 128,2 miliar dolar AS.

Penyebab melesetnya ada di bisnis iklan inti Google, yang membukukan 82,01 miliar dolar AS atau sekitar 1,41 miliar dolar AS di bawah perkiraan. Sebaliknya, Google Cloud justru melampaui ekspektasi.

  • Pendapatan Google Cloud: 30,71 miliar dolar AS, naik lebih dari dua kali lipat dibanding setahun sebelumnya
  • Pendapatan total Alphabet: 127,6 miliar dolar AS, naik 25 persen tahun ke tahun
  • Laba bersih: 26,17 miliar dolar AS, turun 25 persen
  • Arus kas bebas: negatif 9,07 miliar dolar AS, melebar dari negatif 5,9 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya
  • Belanja modal (capex): 51,4 miliar dolar AS dalam satu kuartal, lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu

Di hari yang sama sebelum laporan keluar, Google juga mengumumkan model AI terbarunya, Gemini 4 Carbon. CEO Sundar Pichai menyebut langkah itu sebagai bukti Google kembali memimpin di garis depan pengembangan AI. 🔗 Reuters

Kenapa penting?

Google Cloud kini menjadi mesin pertumbuhan baru Alphabet. Permintaan perusahaan atas infrastruktur AI, termasuk penjualan chip tensor processing unit (TPU) buatan Google sendiri, ikut mendorong lonjakan pendapatan cloud.

Namun pasar bereaksi dingin: saham Alphabet turun lebih dari 10 persen di perdagangan after-hours. Investor tampaknya lebih fokus pada kecepatan uang keluar daripada kecepatan pendapatan tumbuh. 🔗 TradingKey

Tekanan ini bukan hanya milik Alphabet. Bersama Microsoft, Amazon, dan Meta, belanja AI gabungan raksasa teknologi ini diproyeksikan melampaui 700 miliar dolar AS sepanjang 2026 untuk pusat data, chip, dan jaringan. 🔗 Reuters

Apa yang perlu diperhatikan?

  1. Belanja modal Alphabet diproyeksikan naik signifikan lagi pada 2027, menurut CFO Anat Ashkenazi, sehingga tekanan margin dalam waktu dekat masih mungkin berlanjut.
  2. Kuartal ini adalah kuartal kedua berturut-turut Alphabet membukukan arus kas bebas negatif, setelah sebelumnya tidak pernah negatif selama 22 tahun sebagai perusahaan publik.
  3. Pertanyaan besar berikutnya: apakah permintaan AI dari pelanggan cloud cukup kuat dan bertahan lama untuk menutup investasi raksasa ini, atau pasar akan semakin khawatir soal kelebihan belanja.

Sumber

🔗 Reuters — Alphabet shares fall after revenue miss, cash burn worsens

🔗 TradingKey — Alphabet Shares Plunge 8% After Hours as Q3 Revenue, Net Income Miss Estimates

Share This!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger · Designed By Adzim Developer