Selasa, 03 November 2026

OpenAI Diingatkan soal Celah Keamanan Internal Selama Bertahun-tahun, Reuters Ungkap

Latar Belakang

Laporan investigasi Reuters yang terbit 3 November 2026 mengungkap ketegangan yang lama terpendam di dalam OpenAI. Menurut lima orang yang mengetahui langsung masalah ini, sejumlah karyawan sudah menyampaikan kekhawatiran soal praktik keamanan perusahaan bahkan sebelum ChatGPT diluncurkan pada akhir 2022. 🔗 Reuters

Kekhawatiran itu disampaikan kepada pimpinan puncak dan dewan direksi. Namun sebagian karyawan menyimpulkan manajemen lebih fokus mengejar kecepatan pengembangan demi menyaingi Google dan Anthropic daripada memperkuat keamanan.

Akibatnya, kontrol internal dinilai begitu longgar sehingga pihak luar, termasuk pemerintah asing, berpotensi memperoleh informasi sensitif tentang teknologi OpenAI dengan relatif mudah. Kekhawatiran itu kembali mencuat setelah OpenAI pada Oktober mengungkapkan penemuan perangkat perekam di ruang konferensi eksekutif. 🔗 Reuters

Monorepo dan Akses Kode yang Terlalu Luas

Salah satu temuan utama laporan adalah praktik penyimpanan kode. OpenAI menyimpan sebagian besar kodenya dalam satu repositori tunggal (monorepo), sehingga siapa pun yang dapat mengakses kode itu juga dapat melihat detail teknis banyak proyek perusahaan, termasuk proyek yang tidak berkaitan dengan pekerjaannya. 🔗 Reuters

OpenAI menegaskan sebagian besar pekerjaan paling sensitif disimpan dalam repositori terpisah dengan kontrol akses ketat. Perusahaan juga menyatakan monorepo tidak memuat seluruh kode maupun detail kritis model, termasuk bobot model (model weights) yang menentukan perilaku model.

Namun laporan menyebut monorepo yang padat dan rumit itu dahulu mungkin menjadi penghalang bagi calon penyerang, tetapi kini agen AI mampu menyaring material sebanyak itu. Selain itu, OpenAI dilaporkan menyimpan sebagian besar dokumentasi risetnya di GitHub dan Slack, sehingga karyawan khawatir aktor yang termotivasi tetap dapat menemukan informasi penting. 🔗 Reuters

Alat Internal yang Jarang Diaudit

Temuan lain menyebut OpenAI belum melakukan tinjauan keamanan rutin terhadap alat internalnya, seperti sandbox tempat peneliti menguji model baru. Karyawan sering memodifikasi alat tersebut untuk pekerjaan mereka, tetapi perubahan itu tidak selalu diuji terhadap masalah keamanan. 🔗 Reuters

OpenAI menyatakan kini melakukan tinjauan keamanan rutin terhadap peralatan internal di bawah Chief Information Security Officer Dane Stuckey, yang bergabung pada Oktober 2024. Perusahaan juga mengatakan memiliki pendekatan keamanan yang kuat.

Perubahan Strategi dan Security Sprint

OpenAI dilaporkan mulai mengubah strategi untuk mengatasi masalah keamanan. Thibault Sottiaux, eksekutif senior yang mengawasi pengembangan produk dan dikenal sebagai “Tibo”, baru-baru ini mengambil alih inisiatif internal untuk mengamankan sistem internal. Pada Agustus, Sottiaux menugaskan ulang seperempat insinyur produksi OpenAI untuk memperbaiki infrastruktur keamanannya. 🔗 Reuters

Setelah Reuters meminta komentar, OpenAI pada Senin, 2 November 2026, mengumumkan sedang merencanakan security sprint internal berikutnya, yang akan melibatkan peneliti eksternal termasuk Cathedral Systems untuk menguji pertahanannya. Juru bicara OpenAI, Elana Widmann, menyebut OpenAI adalah salah satu organisasi yang paling ditargetkan di dunia, sehingga perusahaan berinvestasi besar dalam program keamanannya. 🔗 Unite.AI

“Melindungi teknologi, data, dan orang-orang kami adalah tanggung jawab yang kami anggap serius dan merupakan masalah kepentingan nasional,” kata Widmann. 🔗 Reuters

Ancaman AI terhadap Perusahaan AI Sendiri

Laporan juga menyoroti dua insiden yang menunjukkan bagaimana AI canggih kini justru menempatkan perusahaan AI pada risiko. Pada akhir Oktober, startup keamanan siber Cathedral Systems mengklaim berhasil masuk ke sistem Anthropic dan mengakses kanal Slack tempat karyawan membahas detail model sensitif.

Juru bicara Anthropic menyatakan data yang diakses meliputi informasi kontak bisnis pelanggan dan mitra serta catatan akun pengguna dasar. Pada Juli, tiga peneliti Hacktron AI menggunakan model AI saingan dari Anthropic untuk membobol akun ChatGPT milik beberapa karyawan OpenAI dan mendapatkan akses ke sistem internal, termasuk monorepo. 🔗 Reuters

Implikasi bagi Industri

Peringatan karyawan ini menyoroti tegangan mendasar dalam industri AI. Sejak ChatGPT diluncurkan, teknologi AI telah menjadi aset strategis bagi Amerika Serikat, sehingga muncul tekanan agar perusahaan Amerika melindungi teknologinya dari rival asing.

Namun menambah lapisan keamanan juga dapat memperlambat pengembangan AI, dan berpotensi mempersulit rencana penawaran saham perdana (IPO) OpenAI dan Anthropic. Bagi industri, laporan ini menjadi pengingat bahwa perlombaan kapabilitas model tidak boleh mengabaikan pertahanan internal.

Poin-poin Utama

  • Karyawan memperingatkan pimpinan dan dewan soal keamanan sejak sebelum peluncuran ChatGPT pada akhir 2022.
  • OpenAI menemukan perangkat perekam di ruang konferensi eksekutif pada Oktober 2026.
  • Kode disimpan dalam monorepo yang dapat diakses luas; agen AI kini mampu menyaring material tersebut.
  • Thibault Sottiaux memimpin inisiatif keamanan; seperempat insinyur produksi ditugaskan ulang pada Agustus 2026.
  • OpenAI merencanakan security sprint internal berikutnya bersama peneliti eksternal, termasuk Cathedral Systems.
  • Dua insiden (Cathedral Systems terhadap Anthropic; Hacktron AI terhadap OpenAI) menunjukkan AI dapat menyerang perusahaan AI.

Sumber

Share This!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger · Designed By Adzim Developer