Model AI masa kini punya keterbatasan mendasar: ia tidak belajar dari kesalahannya tanpa pelatihan tambahan. Startup Trajectory ingin mengubah itu, dan baru saja mengantongi pendanaan besar untuk membawa pelatihan model AI ke tangan para ahli non-teknis.
Masalah yang Dipecahkan
Baik dikembangkan OpenAI maupun Anthropic, atau dibangun di atas alternatif sumber terbuka, model AI saat ini tidak belajar dari kesalahan tanpa pelatihan lebih lanjut. 🔗 TechCrunch
Bisnis yang mengadaptasi model untuk bidang spesialis seperti hukum dan keuangan biasanya mengatasinya dengan fine-tuning model umum. Namun proses itu sering menuntut perekrutan tim riset internal atau ketergantungan pada konsultan mahal yang dikenal sebagai forward-deployed engineer (FDE). 🔗 TechCrunch
Pendanaan Series A
Trajectory, startup yang didirikan sekitar satu tahun lalu oleh tiga teman sekelas Stanford dengan pengalaman di Google DeepMind dan Apple, baru saja mengumumkan pendanaan Series A sebesar 45 juta dolar AS dengan valuasi 300 juta dolar. 🔗 TechCrunch
Ronde ini dipimpin Sequoia, dengan partisipasi Nvidia, Bessemer Venture Partners, dan Bain Capital Ventures. Perusahaan yang kini beranggotakan 18 orang itu juga tengah membuka platform post-training-nya untuk publik. 🔗 TechCrunch
Cara Kerja Continual Learning
Trajectory mengotomatisasi proses tersebut lewat pendekatan yang disebut continual learning. Bisnis yang memakai platform ini dapat memulai dari model AI sumber terbuka, menghubungkannya ke aplikasi mereka, dan membiarkan sistem mengumpulkan umpan balik atas kinerja model. 🔗 TechCrunch
Informasi itu kemudian dipakai untuk melatih ulang model agar semakin baik dalam tugas-tugas spesialis seiring waktu. Dengan cara ini, pengacara, dokter, dan spesialis lain dapat memperbaiki model hampir secara otomatis, sehingga penerapan AI spesialis bisa lebih cepat dan lebih murah. 🔗 TechCrunch
Pelanggan seperti Harvey dan Rogo sudah memakai platform Trajectory untuk post-training model sumber terbuka agar berkinerja seperti pengacara atau analis keuangan berpengalaman. Mereka belajar dari tugas sebelumnya, misalnya meninjau jenis kontrak hukum tertentu atau menilai perusahaan dengan metodologi tertentu. 🔗 TechCrunch
Pelanggan lain meliputi Decagon, Mercor, dan Nvidia. Pengguna Trajectory sendiri yang menentukan seperti apa hasil kerja yang baik bagi organisasi mereka, lalu mengubahnya menjadi perbaikan bagi model. 🔗 TechCrunch
Keamanan dan Manusia dalam Proses
Pendekatan continual learning Trajectory punya kemiripan dengan recursive self-improvement (RSI), gagasan bahwa sistem AI dapat meningkatkan kemampuannya sendiri. Namun salah satu pendiri, Michael Elabd, berargumen bahwa menjaga keterlibatan manusia dalam proses pelatihan membuat pendekatan Trajectory lebih aman. 🔗 TechCrunch
Alasannya, perbaikan mandiri yang sepenuhnya otonom dapat mengarah pada hasil yang tidak diinginkan atau bahkan berbahaya. 🔗 TechCrunch
Tim di Balik Trajectory
Pendiri Ronak Malde membandingkan model fondasi dengan mahasiswa PhD yang sangat cerdas namun selalu memulai pekerjaan baru. “Namun yang dihargai ekonomi adalah seseorang yang telah bekerja pada pekerjaan itu selama 30 tahun,” ujarnya. 🔗 TechCrunch
Malde termasuk segelintir peneliti yang diakuisisi Google DeepMind dari Windsurf, Elabd juga pernah bekerja di DeepMind, sementara pendiri ketiga, Arjun Karanam, sebelumnya bekerja pada model fondasi generatif di Apple. Startup ini juga merekrut peneliti dan desainer produk dari OpenAI, Stripe, dan Netflix. 🔗 TechCrunch
Soal desain, Karanam menyebut Trajectory telah mengembangkan antarmuka yang membuat post-training lebih mudah diakses oleh pelanggan non-teknis. 🔗 TechCrunch
Persaingan yang Memanas
Trajectory bukan satu-satunya startup yang berupaya mengotomatisasi post-training. Perusahaan ini menganggap Thinking Machines Lab, yang didirikan mantan CTO OpenAI Mira Murati dan berada di balik platform fine-tuning Tinker, sebagai pesaing langsung. 🔗 TechCrunch
Pesaing lain adalah Applied Compute yang baru-baru ini bernilai 3,25 miliar dolar, serta Prime Intellect yang membantu perusahaan membangun dan melatih agen AI mereka sendiri. 🔗 TechCrunch
Fakta Kunci
- Pendanaan Series A 45 juta dolar AS, valuasi 300 juta dolar
- Dipimpin Sequoia; partisipasi Nvidia, Bessemer Venture Partners, Bain Capital Ventures
- 18 karyawan; didirikan sekitar satu tahun lalu oleh tiga alumni Stanford
- Platform post-training kini tersedia untuk publik
- Pelanggan: Harvey, Rogo, Decagon, Mercor, Nvidia
- Fokus: continual learning agar model sumber terbuka meningkat di tugas spesialis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar