Aisin, pemasok suku cadang otomotif Toyota, bersama Universitas Tohoku mengembangkan semikonduktor baru berbasis teknologi magnetik (MRAM) yang diklaim mengonsumsi sekitar 98 persen lebih sedikit energi dibanding chip serupa yang ada. Chip ini diharapkan membantu pemrosesan data besar lebih efisien di perangkat edge.
Teknologi
Chip tersebut merupakan SoC 16nm dengan 32MB STT-MRAM terintegrasi. Memori magnetik non-volatil menyimpan bobot model AI dan data boot OS, sehingga menghilangkan kebutuhan DRAM dan SSD eksternal. 🔗 XenoSpectrum
Waktu dari power-on hingga startup kernel OS tercatat 65,7 milidetik, sekitar 39 kali lebih cepat dari konfigurasi konvensional. Total waktu sistem hingga hasil deteksi objek pertama tercatat 124,2 milidetik, sekitar 25 kali lebih cepat. 🔗 XenoSpectrum
- SoC 16nm dengan 32MB STT-MRAM terintegrasi.
- Startup kernel OS: 65,7 ms (sekitar 39x lebih cepat).
- Total sistem hingga deteksi objek pertama: 124,2 ms (sekitar 25x lebih cepat).
- Klaim pengurangan konsumsi energi: sekitar 98 persen dibanding chip konvensional.
Catatan Penting
Angka-angka tersebut berasal dari pengujian model deteksi objek ringan Tiny YOLOv3 pada papan evaluasi, bukan dari perangkat otomotif atau konsumen komersial. Klaim efisiensi 98 persen masih merupakan angka perusahaan yang memerlukan benchmark independen. 🔗 DataYuan
Jika efisiensi terbukti dalam produksi, chip ini dapat menempatkan rantai pasokan industri Jepang sebagai penantang dalam perlombaan hardware AI hemat energi. Aisin belum merinci jadwal komersialisasi atau target pasar. 🔗 XenoSpectrum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar