Jumat, 30 Oktober 2026

Brent Crude ~$118/Barrel: Tensi Hormuz/Iran Mendorong Harga Minyak

Harga minyak mentah Brent naik sekitar 2,5% ke kisaran US$117 per barel pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan sempat menyentuh US$118. Minyak berada di jalur kenaikan bulanan keempat berturut-turut setelah serangan terhadap sebuah tanker di Selat Hormuz menyoroti risiko pasokan. 🔗 Reuters

Kontrak Brent Desember naik US$2,29 menjadi US$117,75 per barel, sementara kontrak Januari yang lebih aktif naik ke US$114,03. Minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik 2,7% menjadi US$104,79 per barel. 🔗 Reuters

Apa pemicunya?

Sebuah tanker di Selat Hormuz — jalur laut utama keluar-masuk minyak mentah dan bahan bakar Teluk — dihantam alat peledak yang ditempelkan ke lambung kapal oleh perahu kecil. Serangan ini dikenal sebagai limpet mine, dan dilaporkan badan keamanan maritim Inggris UKMTO. 🔗 Reuters

Menurut sumber-sumber maritim, ini adalah serangan limpet mine pertama yang berhasil di jalur tersebut sejak perang AS–Iran dimulai pada Februari. Belum jelas siapa pelakunya. 🔗 Reuters

Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sebuah tanker menabrak ranjau laut saat melintasi apa yang mereka sebut "rute tidak sah" di selat itu. Klaim Iran dan laporan di lapangan belum sepenuhnya sejalan, dan situasi di kawasan masih berkembang. 🔗 StockVolt

Ketegangan lain di kawasan

Sehari sebelumnya, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menargetkan sejumlah situs energi Arab Saudi. Klaim itu mencakup kilang Ras Tanura dan Rabigh serta fasilitas Aramco di Abqaiq. 🔗 StockVolt

Kenapa harga bisa tetap tinggi?

Selama Oktober, Brent naik sekitar 13% dan WTI sekitar 15%. Analis menilai harga masih ditopang ketidakpastian arah konflik dan risiko serangan lanjutan terhadap pelayaran. 🔗 Reuters

Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, memperkirakan harga minyak bisa makin bergejolak dalam beberapa pekan ke depan, antara lain karena agenda pemilu di Israel dan pemilu sela AS. Bahkan setelah konflik berakhir, minyak diperkirakan diperdagangkan di kisaran lebih tinggi, US$70–90 per barel, dibandingkan US$60–70 sebelum perang, karena risiko permusuhan baru dan kebutuhan mengisi kembali persediaan. 🔗 Reuters

Fakta kunci

  • Brent Desember: US$117,75 per barel (+2,5%), tertinggi intraday US$118; kontrak Januari US$114,03.
  • WTI: US$104,79 per barel (+2,7%).
  • Kinerja Oktober: Brent naik sekitar 13%, WTI sekitar 15% — kenaikan bulanan keempat berturut-turut.
  • Tanker dihantam limpet mine di Selat Hormuz (laporan UKMTO); serangan jenis ini yang pertama berhasil sejak perang dimulai Februari.
  • IRGC mengklaim tanker menabrak ranjau di "rute tidak sah"; Houthi mengklaim menargetkan situs energi Saudi.

Sumber

  1. Reuters — "Oil set for fourth monthly gain as Hormuz tanker attack highlights supply risks" — lse.co.uk
  2. Reuters — "Oil set for fourth monthly gain as Hormuz tanker attack highlights supply risks from war" — dukecountry.fm
  3. StockVolt — "Brent Tops $117 and Heads for Fourth Monthly Gain After Mine Attack on Tanker in Hormuz" — stockvolt.com

Artikel ini disusun dari sumber-sumber di atas; situasi keamanan dan harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Share This!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger · Designed By Adzim Developer