OPay, perusahaan teknologi finansial (fintech) yang didukung SoftBank, resmi melantai di bursa New York. Dalam penawaran umum perdana (IPO) pada Jumat, 30 Oktober 2026, OPay menghimpun dana US$304 juta untuk memosisikan diri memanfaatkan pertumbuhan keuangan digital di negara-negara berkembang. 🔗 Reuters
Harga di batas bawah target
OPay menjual 16 juta ADS (American depositary shares, surat berharga yang mewakili saham perusahaan asing di bursa AS) dengan harga US$19 per lembar. Harga itu berada di batas bawah kisaran target US$19–21. 🔗 Reuters
Dengan harga tersebut, valuasi OPay berada di kisaran US$4 miliar. Sahamnya mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode OPAY pada hari yang sama. 🔗 BusinessDay
Fokus Nigeria dan pasar berkembang
OPay didirikan pada 2018 oleh miliarder Tiongkok Yahui Zhou, pendiri perusahaan gim Beijing Kunlun Tech. Perusahaan ini menyediakan layanan keuangan digital di pasar berkembang, dengan fokus utama Nigeria, dan juga hadir di sejumlah negara lain termasuk Indonesia. 🔗 Reuters
Menurut prospektus IPO-nya, OPay memiliki sekitar 50 juta pengguna aktif bulanan per 31 Juli 2026. Layanannya mencakup pembayaran, transfer uang, tabungan, dan pinjaman dalam satu aplikasi seluler. 🔗 Reuters
Posisi SoftBank dan penjamin emisi
Entitas SoftBank memegang 6,6% saham OPay sebelum IPO. Sebelumnya, pada 2021 OPay menghimpun US$400 juta dengan valuasi US$2 miliar — separuh dari valuasi IPO-nya sekarang. 🔗 Reuters
Penjamin emisi (underwriter) IPO ini antara lain Citigroup, Deutsche Bank, Standard Bank, dan CICC. OPay juga memberi opsi 30 hari kepada underwriter untuk membeli tambahan hingga 2,4 juta ADS guna menutup kelebihan permintaan (over-allotment), dengan penutupan penawaran diperkirakan pada 2 November 2026. 🔗 BusinessDay
Fakta kunci
- OPay menghimpun US$304 juta dari IPO di AS pada 30 Oktober 2026.
- Sebanyak 16 juta ADS dijual seharga US$19 per lembar — batas bawah kisaran target US$19–21.
- Valuasi IPO sekitar US$4 miliar; saham tercatat di NYSE dengan kode OPAY dan mulai diperdagangkan di hari yang sama.
- OPay didirikan 2018 oleh Yahui Zhou; fokus pasar Nigeria dan negara berkembang lain, termasuk Indonesia.
- Sekitar 50 juta pengguna aktif bulanan per 31 Juli 2026 (menurut prospektus).
- Entitas SoftBank memegang 6,6% saham sebelum IPO; underwriter antara lain Citigroup, Deutsche Bank, Standard Bank, dan CICC.
Sumber
- Reuters — "SoftBank-backed OPay raises $304 million in US IPO" — reuters.com
- BusinessDay — "OPay begins NYSE trading after $304m IPO, prices at $19 per share" — businessday.ng
Artikel ini disusun dan diparafrase dari sumber-sumber di atas. Kinerja saham setelah IPO masih dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar