Sabtu, 31 Oktober 2026

ECB dan Bank of Japan Tahan Suku Bunga, Sinyal Kenaikan Desember Menguat — Lagarde Mundur Lebih Awal

Pekan ini bank-bank sentral besar dunia kompak menahan suku bunga, tetapi jeda ini dinilai hanya sementara. Bank Sentral Eropa (ECB), Federal Reserve AS, dan Bank of Japan (BoJ) sama-sama memberi sinyal kenaikan lanjutan masih mungkin, dengan Desember menjadi bulan yang paling diawasi. πŸ”— Reuters

ECB tahan bunga, Lagarde umumkan mundur lebih awal

ECB mempertahankan suku bunga simpanan (deposit rate) di 2,50% dan suku bunga refinancing utama di 2,65%. Dewan ECB sempat membahas kenaikan, tetapi sepakat dengan suara bulat untuk menahan, sambil memperingatkan risiko inflasi yang meningkat akibat lonjakan biaya energi — pasar menyebutnya jeda yang bernada hawkish. πŸ”— FXStreet

Berita yang lebih besar justru datang dari pucuk pimpinan. Presiden ECB Christine Lagarde mengumumkan akan mundur pada 7 Februari 2027, jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2027, agar dapat berbicara lebih bebas mengenai persoalan politik di Prancis dan global. πŸ”— Reuters

Pasar kini memperkirakan peluang besar kenaikan ECB pada Desember, ke 2,75%. Dua nama yang mengemuka sebagai calon pengganti Lagarde adalah Klaas Knot dari Belanda dan Pablo HernΓ‘ndez de Cos dari Spanyol. πŸ”— FXStreet

Bank of Japan: inflasi dinilai sudah sesuai target

BoJ mempertahankan suku bunga kebijakannya di 1,25% dengan voting 8–1. Satu anggota dewan, Takata, berbeda pendapat dan mengusulkan kenaikan ke 1,50%. πŸ”— FXStreet

Yang bersejarah, BoJ kini menilai inflasi yang mendasari (underlying inflation) sudah secara umum sejalan dengan target 2% — pernyataan yang menandai Jepang resmi bebas dari deflasi. BoJ juga menaikkan proyeksi inflasi inti untuk 2027 dan 2028, dan menegaskan kenaikan lanjutan tetap terbuka, dengan ekspektasi pasar mengarah ke Desember. πŸ”— FXStreet

Kejutan dari Selandia Baru

Kejutan terbesar pekan ini datang dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang menahan suku bunga resminya di 2,75% — padahal pasar memperkirakan kenaikan. Keputusan itu diambil lewat voting tipis, dan Gubernur Anna Breman memberi sinyal kenaikan pada Desember tetap mungkin, sehingga penahanan ini lebih soal waktu ketimbang perubahan arah. πŸ”— Reuters

Sisanya: Kanada naik, Inggris menyusul

Satu-satunya bank sentral besar yang bergerak pekan ini adalah Bank of Canada, yang menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2,50% di tengah kekhawatiran inflasi yang didorong energi. Federal Reserve AS menahan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00% lewat voting 10–2, dengan dua anggota yang berbeda pendapat justru menginginkan kenaikan. πŸ”— Reuters

Pekan depan, Bank of England dijadwalkan mengambil keputusan, dan kenaikan — yang akan menjadi yang pertama baginya pada 2026 — diperkirakan sejumlah pengamat. Dengan harga energi yang masih tinggi dan konflik Timur Tengah yang belum mereda, arah bank-bank sentral dunia dalam beberapa bulan ke depan masih condong ke pengetatan. πŸ”— Reuters

Fakta kunci

  • ECB: suku bunga simpanan ditahan di 2,50% (refinancing 2,65%); kenaikan sempat dibahas, keputusan bulat; pasar memperkirakan kenaikan Desember.
  • Lagarde akan mundur sebagai Presiden ECB pada 7 Februari 2027, sebelum masa jabatannya berakhir Oktober 2027.
  • BoJ: suku bunga ditahan di 1,25% (voting 8–1, satu suara ingin 1,50%); inflasi mendasari dinilai sudah sejalan dengan target 2%.
  • RBNZ: secara mengejutkan menahan suku bunga di 2,75%, padahal pasar memperkirakan kenaikan; sinyal kenaikan Desember tetap terbuka.
  • Bank of Canada: satu-satunya yang bergerak, naik 25 basis poin ke 2,50%.
  • The Fed: ditahan di 3,75%–4,00% (voting 10–2); Bank of England memutuskan pekan depan.

Sumber

  1. Reuters — Central banks take a breather, though more hikes are to come
  2. FXStreet — ECB on hold as Lagarde to leave early
  3. Reuters — Euro edges up versus dollar after ECB holds rates
  4. The Edge — Lagarde downplays inflation risk as ECB holds, announces her early exit

Artikel ini disusun dan diparafrase dari sumber-sumber di atas; keputusan bank sentral berikutnya dapat berubah mengikuti data inflasi dan perkembangan energi.

Share This!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger · Designed By Adzim Developer