Pekan ini bank-bank sentral besar dunia kompak menahan suku bunga, tetapi jeda ini dinilai hanya sementara. Bank Sentral Eropa (ECB), Federal Reserve AS, dan Bank of Japan (BoJ) sama-sama memberi sinyal kenaikan lanjutan masih mungkin, dengan Desember menjadi bulan yang paling diawasi. π Reuters
ECB tahan bunga, Lagarde umumkan mundur lebih awal
ECB mempertahankan suku bunga simpanan (deposit rate) di 2,50% dan suku bunga refinancing utama di 2,65%. Dewan ECB sempat membahas kenaikan, tetapi sepakat dengan suara bulat untuk menahan, sambil memperingatkan risiko inflasi yang meningkat akibat lonjakan biaya energi — pasar menyebutnya jeda yang bernada hawkish. π FXStreet
Berita yang lebih besar justru datang dari pucuk pimpinan. Presiden ECB Christine Lagarde mengumumkan akan mundur pada 7 Februari 2027, jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2027, agar dapat berbicara lebih bebas mengenai persoalan politik di Prancis dan global. π Reuters
Pasar kini memperkirakan peluang besar kenaikan ECB pada Desember, ke 2,75%. Dua nama yang mengemuka sebagai calon pengganti Lagarde adalah Klaas Knot dari Belanda dan Pablo HernΓ‘ndez de Cos dari Spanyol. π FXStreet
Bank of Japan: inflasi dinilai sudah sesuai target
BoJ mempertahankan suku bunga kebijakannya di 1,25% dengan voting 8–1. Satu anggota dewan, Takata, berbeda pendapat dan mengusulkan kenaikan ke 1,50%. π FXStreet
Yang bersejarah, BoJ kini menilai inflasi yang mendasari (underlying inflation) sudah secara umum sejalan dengan target 2% — pernyataan yang menandai Jepang resmi bebas dari deflasi. BoJ juga menaikkan proyeksi inflasi inti untuk 2027 dan 2028, dan menegaskan kenaikan lanjutan tetap terbuka, dengan ekspektasi pasar mengarah ke Desember. π FXStreet
Kejutan dari Selandia Baru
Kejutan terbesar pekan ini datang dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang menahan suku bunga resminya di 2,75% — padahal pasar memperkirakan kenaikan. Keputusan itu diambil lewat voting tipis, dan Gubernur Anna Breman memberi sinyal kenaikan pada Desember tetap mungkin, sehingga penahanan ini lebih soal waktu ketimbang perubahan arah. π Reuters
Sisanya: Kanada naik, Inggris menyusul
Satu-satunya bank sentral besar yang bergerak pekan ini adalah Bank of Canada, yang menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2,50% di tengah kekhawatiran inflasi yang didorong energi. Federal Reserve AS menahan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00% lewat voting 10–2, dengan dua anggota yang berbeda pendapat justru menginginkan kenaikan. π Reuters
Pekan depan, Bank of England dijadwalkan mengambil keputusan, dan kenaikan — yang akan menjadi yang pertama baginya pada 2026 — diperkirakan sejumlah pengamat. Dengan harga energi yang masih tinggi dan konflik Timur Tengah yang belum mereda, arah bank-bank sentral dunia dalam beberapa bulan ke depan masih condong ke pengetatan. π Reuters
Fakta kunci
- ECB: suku bunga simpanan ditahan di 2,50% (refinancing 2,65%); kenaikan sempat dibahas, keputusan bulat; pasar memperkirakan kenaikan Desember.
- Lagarde akan mundur sebagai Presiden ECB pada 7 Februari 2027, sebelum masa jabatannya berakhir Oktober 2027.
- BoJ: suku bunga ditahan di 1,25% (voting 8–1, satu suara ingin 1,50%); inflasi mendasari dinilai sudah sejalan dengan target 2%.
- RBNZ: secara mengejutkan menahan suku bunga di 2,75%, padahal pasar memperkirakan kenaikan; sinyal kenaikan Desember tetap terbuka.
- Bank of Canada: satu-satunya yang bergerak, naik 25 basis poin ke 2,50%.
- The Fed: ditahan di 3,75%–4,00% (voting 10–2); Bank of England memutuskan pekan depan.
Sumber
- Reuters — Central banks take a breather, though more hikes are to come
- FXStreet — ECB on hold as Lagarde to leave early
- Reuters — Euro edges up versus dollar after ECB holds rates
- The Edge — Lagarde downplays inflation risk as ECB holds, announces her early exit
Artikel ini disusun dan diparafrase dari sumber-sumber di atas; keputusan bank sentral berikutnya dapat berubah mengikuti data inflasi dan perkembangan energi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar