Tujuh produsen inti OPEC+ telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mempertahankan target produksi minyak mereka tidak berubah pada Desember. Kesepakatan itu dilaporkan menjelang pertemuan daring kelompok tersebut pada Minggu, 1 November 2026. 🔗 Reuters
Isi kesepakatan
Ketujuh produsen tersebut adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Menurut sumber yang mengetahui pembahasan itu, penyesuaian kebijakan produksi berikutnya tidak diharapkan terjadi sebelum tahun depan. 🔗 Reuters via SRN News
Pada September lalu, kelompok ini telah menyelesaikan penghapusan bertahap pemotongan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari yang pertama kali disepakati pada 2023. Masih ada satu lapisan pemotongan lagi sekitar 2 juta barel per hari yang mencakup sebagian besar anggota dan berlaku hingga akhir 2026. 🔗 Reuters via SRN News
Fokus bergeser ke kuota 2027
Perhatian OPEC+ kini beralih ke penetapan baseline produksi 2027, yang akan menentukan kuota masing-masing negara ke depan. Kelompok ini perlu menyelesaikan peninjauan kapasitas produksi para anggotanya selama kuartal keempat sebelum menetapkan baseline tersebut. 🔗 OilPrice
Pertemuan menteri penuh OPEC+ dijadwalkan pada 29 November 2026. Keputusan final soal target Desember sendiri diratifikasi dalam pertemuan tujuh produsen pada Minggu ini. 🔗 TokenPost
Latar harga: Brent di atas $117
Keputusan menahan produksi diambil saat harga minyak masih tinggi akibat perang Iran dan gangguan pasokan lewat Selat Hormuz. Brent melonjak menembus US$117 per barel pada Jumat, setelah sempat turun pada Kamis karena harapan diplomasi AS–Iran. 🔗 Reuters
Sebagian anggota Teluk sebenarnya masih memproduksi jauh di bawah target mereka karena ekspor yang terganggu berbulan-bulan oleh perang. Kekhawatiran bahwa AS dan Israel dapat menyerang Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November ikut menjaga premi risiko di pasar energi. 🔗 Reuters via SRN News
Fakta kunci
- Tujuh produsen OPEC+ (Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Oman) sepakat secara prinsip mempertahankan target produksi Desember tidak berubah.
- Penghapusan bertahap pemotongan 1,65 juta barel per hari selesai pada September 2026; satu lapisan pemotongan sekitar 2 juta barel per hari masih berlaku hingga akhir 2026.
- Fokus kelompok bergeser ke peninjauan kapasitas dan penetapan baseline kuota 2027.
- Pertemuan menteri penuh OPEC+ dijadwalkan 29 November 2026.
- Brent menembus US$117 per barel pada Jumat di tengah ketegangan AS–Israel–Iran dan gangguan Selat Hormuz.
Sumber
- Reuters — OPEC+ set to keep production targets unchanged in December, source says
- Reuters via SRN News — OPEC+ agrees in principle to keep oil output targets steady in December, sources say
- OilPrice — OPEC+ Set to Keep Oil Quotas Unchanged
- Reuters — Morning Bid: Cash burnout
Artikel ini disusun dan diparafrase dari sumber-sumber di atas; kesepakatan prinsip masih menunggu ratifikasi pertemuan dan situasi pasar energi dapat terus berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar