Menteri Keuangan Inggris John Healey menyampaikan Anggaran (Budget) pertama era Perdana Menteri Andy Burnham pada Rabu, 28 Oktober 2026. Isinya berfokus pada bantuan biaya hidup dan kenaikan pajak terarah, sementara reformasi belanja besar — terutama perombakan kesejahteraan (welfare) — ditunda ke tahun depan. 🔗 The Sun
Isi utama Anggaran
- Bantuan energi £100 bagi hingga 20 juta rumah tangga di kelompok council tax A–D di Inggris, mulai Januari — bagian dari paket Household Energy Payment senilai £2,6 miliar.
- Upah minimum naik 3,9 persen mulai April, menjadi £13,20 per jam untuk pekerja usia 21 tahun ke atas.
- Bea bahan bakar (fuel duty) dibekukan pada 52p per liter — tahun ke-16 berturut-turut — dengan potongan 5p dipertahankan.
- Pajak permainan mesin (machine games duty) naik dari 20 persen menjadi 25 persen; tambahan pajak atas laba bank di atas £100 juta naik dari 3 persen menjadi 6 persen.
- Komitmen belanja pertahanan 3 persen dari PDB pada 2030 dan tambahan £10 miliar untuk Ukraina.
- Biaya tetap (standing charges) pada tagihan gas dihapus.
Paket ini dibiayai antara lain dari kenaikan pajak yang menyasar bank, perusahaan judi, tuan tanah, dan penabung. Perombakan belanja kesejahteraan senilai sekitar £400 miliar per tahun ditunda ke tahun depan. 🔗 The Sun
Ruang fiskal yang menyempit
Healey bekerja dengan ruang gerak fiskal (headroom) yang jauh lebih kecil dari perkiraan Maret sekitar £24 miliar. Resolution Foundation memperkirakan ruang itu bisa menyusut hingga sekitar £12 miliar karena biaya pinjaman pemerintah yang naik akibat perang Iran, sementara utang nasional Inggris menembus £3 triliun untuk pertama kalinya. 🔗 BritBrief
Healey mempertahankan aturan fiskal pendahulunya: belanja harian harus dibiayai pajak (bukan utang) pada 2029/30 dan utang sebagai porsi ekonomi harus turun pada tahun yang sama. Lembaga pengawas anggaran OBR menggambarkan gambaran fiskal setelah Anggaran ini sebagai "cukup suram". 🔗 The Sun
Burnham akui belum se-radikal yang diinginkan
Dua hari setelah Anggaran disampaikan, Burnham mengakui dalam wawancara ITV pada Jumat, 30 Oktober, bahwa Anggaran pertamanya tidak se-radikal yang ia inginkan. Ia menyebut ruang geraknya tidak sebesar yang diharapkan dan menyalahkan faktor eksternal seperti perang Iran yang mengerek biaya pinjaman. 🔗 Breaking Brexit News
Di sisi politik, Burnham menegaskan tidak akan ada pemilu dini dalam 12 bulan ke depan. Pemimpin oposisi Kemi Badenoch mengecam Anggaran ini sebagai "tidak cukup baik, tidak cukup kuat, tidak cukup berani", sementara Nigel Farage menyebutnya Anggaran "ritel" yang diarahkan untuk pemilu. 🔗 The Sun
Yang dipantau berikutnya
Pasar kini menanti keputusan suku bunga Bank of England pada Kamis pekan ini, yang akan memberi sinyal arah kebijakan moneter di tengah inflasi dan pertumbuhan yang lemah. Pertanyaan besar bagi pemerintahan Burnham adalah apakah penundaan keputusan sulit — terutama soal belanja kesejahteraan — akan memberi ruang bernapas, atau justru menumpuk masalah ke tahun depan. 🔗 The News Now
Fakta kunci
- Anggaran pertama PM Andy Burnham disampaikan Chancellor John Healey pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Bantuan energi £100 untuk hingga 20 juta rumah tangga (paket £2,6 miliar), mulai Januari.
- Upah minimum naik 3,9 persen menjadi £13,20/jam; fuel duty dibekukan di 52p per liter.
- Kenaikan pajak terarah: pajak permainan mesin 20→25 persen; surcharge laba bank 3→6 persen.
- Ruang fiskal menyusut dari ±£24 miliar menuju ±£12 miliar; utang nasional menembus £3 triliun pertama kali.
- Perombakan kesejahteraan ditunda ke tahun depan; Burnham akui Anggaran belum se-radikal yang ia mau dan menolak pemilu dini 12 bulan ke depan.
Sumber
- The Sun — Andy Burnham rules out early general election in next 12 months after first bruising Budget
- The Sun — Budget 2026: instant expert analysis of John Healey's announcement
- Breaking Brexit News — Burnham Admits His First Budget Fell Short
- BritBrief — Burnham urged to deliver 'meaningful help' for Scots in first Budget
Artikel ini disusun dan diparafrase dari sumber-sumber di atas; tindak lanjut kebijakan fiskal Inggris dan keputusan Bank of England masih dapat terus berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar