Presiden petahana Brasil Luiz Inácio Lula da Silva memenangi putaran kedua pemilu presiden pada Minggu, 25 Oktober 2026, dan meraih masa jabatan keempat. Ia mengalahkan senator sayap kanan Flávio Bolsonaro, yang sebelumnya unggul di putaran pertama. 🔗 Chase
Hasil pemungutan suara
- Putaran kedua (25 Oktober): Lula 51,76 persen, Flávio Bolsonaro 48,24 persen — selisih sekitar 4,4 juta suara, menurut otoritas pemilu (TSE).
- Putaran pertama (4 Oktober): Bolsonaro memimpin dengan 47,03 persen berbanding 45,16 persen untuk Lula.
- Ini pertama kalinya sejak Brasil kembali ke demokrasi pada 1985 seorang kandidat yang kalah di putaran pertama berbalik memenangi putaran kedua.
Kemenangan ini mengejutkan karena jajak pendapat akhir menunjukkan persaingan ketat, sementara pasar dan platform prediksi menjagokan Bolsonaro menang dengan nyaman. Partai Bolsonaro akhirnya mengakui hasil resmi yang diumumkan otoritas pemilu. 🔗 RankiaPro
Pasar bereaksi keras
Investor sebelumnya telah memposisikan diri untuk kemenangan Bolsonaro, dengan ekspektasi penyesuaian fiskal yang dalam. Kemenangan Lula membalikkan posisi itu secara serentak pada Senin, 26 Oktober. 🔗 StoneX
Indeks saham acuan Brasil anjlok 13,9 persen pada hari itu, sementara mata uang real melemah 8,1 persen terhadap dolar AS — penurunan harian terbesar real sejak 1999. Ada pemulihan tipis sekitar 1 persen pada hari berikutnya. 🔗 Evening Report
Kenapa investor khawatir
Di bawah Lula, pasar memperkirakan belanja publik akan terus naik selama empat tahun ke depan dan pertumbuhan utang publik makin cepat. Premi risiko aset Brasil pun naik karena jalur penyesuaian fiskal yang diharapkan dari pemerintahan Bolsonaro kini hilang dari meja. 🔗 StoneX
Lula memulai masa jabatan keempatnya dalam situasi yang lebih terbatas: Kongres yang condong ke kanan, pemerintahan AS yang berpihak pada lawannya, dan sebagian besar negara tetangga Amerika Latin yang kini dipimpin pemerintahan sayap kanan. Hasil ini juga dinilai sebagai pukulan bagi strategi pengaruh AS di belahan bumi Barat. 🔗 Chase
Fakta kunci
- Lula, presiden petahana, memenangi masa jabatan keempat dengan 51,76 persen suara putaran kedua.
- Flávio Bolsonaro unggul di putaran pertama (47,03 persen) tetapi kalah di putaran kedua — pembalikan pertama sejak 1985.
- Senin 26 Oktober: indeks saham Brasil −13,9 persen; real −8,1 persen terhadap dolar AS.
- Pemicu kejatuhan: investor berkerumun di posisi kemenangan Bolsonaro dan ekspektasi penyesuaian fiskal yang kini batal.
- Lula menghadapi Kongres yang condong kanan dan tekanan soal belanja serta utang publik.
Sumber
- StoneX — Brazil's Election Upset Exposes Crowded Positioning in Local Assets
- Chase — Brazil Runoff: Lula Wins a Fourth Term
- RankiaPro — Lula wins Brazil runoff: Vontobel sees sharp sell-off
- Evening Report — How different election results affect bank stability
- Reuters — Morning Bid: Cash burnout
Artikel ini disusun dan diparafrase dari sumber-sumber di atas; reaksi pasar dan arah kebijakan pemerintahan baru Brasil masih dapat terus berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar